Tidak dapat dipungkiri lagi pada kondisi saat ini, persaingan global semakin tinggi, arus informasi dan komunikasi semakin cepat dan hanya yang memiliki daya saing tinggi yang dapat eksis mengiringi bahkan menjadi pengendali arus perubahan yang terjadi. Pendidikan yang mampu menghasilkan output dengan daya saing tinggi merupakan para pelaku dan pembawa perubahan (agen of change), bukan yang dikenai perubahan. Karenanya konsekuensi logis yang harus dilakukan adalah pembenahan sistem pendidikan secara kontinu dan komprehenship dengan melibatkan seluruh stakeholder yang dimiliki.
aksi farmasi.JPG, Nov 2020

Program keahlian farmasi adalah salah satu program kompetensi yang mempelajari tentang ilmu kefarmasian yang difokuskan pada 3 hal penting yaitu pelayanan farmasi, Pelaksana produksi sediaan farmasi, Pelaksana distribusi sediaan farmasi pada sarana kesehatan komunitas seperti apotek, klinik, rumah sakit dan tempat kesehatan lainnya.

Dengan keahlian ini, siswa SMK Bina Mandiri Malang akan dipandu untuk menguasai ketrampilan utama berupa :

  1. Melaksanakan keprofesian sebagai asisten apoteker baik di apotik umum, apotik puskesmas, apotik rumah sakit, apotik klinik dan apotik di berbagai tempat pelayanan kesehatan.
  2. Melaksanakan keprofesian sebagai asisten apoteker di ritel-ritel sebagai penanggung jawab stokist obat-obatan.
  3. Melaksanakan asistensi dibidang farmasi di industri obat dibagian lab kimia obat.
  4. Melaksanakan wirausaha dibidang farmasi seperti : mendirikan toko obat berijin, produksi dan pengemasan obat-obatan tradisional, herbal dan toga.
  5. Melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi yaitu D3 dan S1 kompetensi keahlian / jurusan farmasi untuk menjadi asisten apoteker, apoteker dan pendidik dibidang farmasi.


Berdasarkan PERMENKES RI Nomor 80 tahun 2016 tentang penyelenggaraan pekerjaan asisten tenaga kesehatan Pada pasal 15 Lingkup pekerjaan asisten tenaga kefarmasian meliputi pelaksanaan tugas yang diberikan oleh tenaga teknis kefarmasian dan apoteker dalam pekerjaan administrasi (clerckship) dan peran pelayanan pelanggan, mengikuti pelaksanaan standart prosedur operasional, dalam hal :

  • 1. Melakukan pencataan tentang pembelian dan penyimpanan obat serta melakukan pendataan persediaan obat.
  • 2. Menerima pembayaran resep, stock, harga, penandaan item untuk penjualan, pencatatan dan klaim asuransi.
  • 3. Melakukan pelayanan perbekalan kesehatan rumah tangga.
  • 4. Melakukan pengarsipan resep sesuai data dan ketentuan berlaku.
  • 5. Melakukan pemeriksaan kesesuaian pesanan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan.
  • 6. Melakukan pendistribusian sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan untuk keperluan floor stock.